Rabu, 15 Februari 2012

bonek

> ASAL MULA KATA BONEK (BONDO NEKAT) > Bondo nekat (bonek) artinya berbentuk keyakinan yang tinggi tanpa modal yang berarti berani menembus rintangan/tantangan untuk hal-hal yang positif seperti perjuangan menuju kemerdekaan, karier, kerja, usaha dagang, urbanisasi, bisnis dan mencoba nasib di kota besar. Istilah Bonek sudah dikenal sejak jaman perjuangan kemerdekaan oleh arek-arek Jawa Timur yang membebaskan kota surabaya dari penjajah dengan disebut peristiwa 10 November. Sebenarnya hal ini positif, sebelum diputar balikkan menjadi sesuatu yang menyakitkan oleh sebagian besar supporter surabaya (bonek). > > ISTILAH BONEK PERTAMA KALI DIKENALKAN OLEH SUPPORTER MALANG > > Tahun 1992 (periode kompetisi 1991/1992) ketika era galatama, Arema bertanding di 10 November surabaya dalam partai final melawan Semen Padang, disana supporter Malang (belum lahir Aremania) membuat ulah di stasiun Gubeng. Akhirnya Kapolda Jatim mengangkut supporte Malang dengan kurang lebih 6 gerbong KA dari pada kerusuhan timbul di stasiun Gubeng. Supporter Malang mengamuk karena timnya kalah dari Semen Padang yang akhirnya SP menjadi juara Galatama. Pada saat itu supporter tuan rumah belum berani menunjukkan giginya seperti sekarang. Akhirnya PS. Arema mendapat sanki dari PSSI karena ulah supporternya tersebut. > > BONEK MENGUASAI SENAYAN 1994 DAN MERAJALELA DI JAKARTA > > Ketika era kerajaan persebaya dibawah Sunarto, didukung media Jawa Pos, bonek meraja lela di Jakarta sejak 1994 berawal dari mendukung Mitra Surabaya dalam final melawan Bandung Raya, hingga puncaknya persebaya Juara. perlawanan berarti dari penduduk Jakarta, bonek menjarah di stasiun Senin, merampas, memalak di Jl. Sudirman, sekitar senayan bahkan tega menghabisi korban yang melawan dengan cara mengeroyok. Bonek tidak hanya meresakhan warga, tapi juga membuat malu warga Jatim yang tercemar karena menggunakan kata "bonek" untuk perbuatan tidak terpuji. Saya melihat denga mata kepala sendiri, ketika bonek menjarak, memalak masyarakat yg tidak berdosa di seputar Senayan, namun ketika mereka menolak dikeroyok hingga babak belur. Sebelum dimulai pertandingan, ada intel yang mengaku masyarakat berjalan diantara bonek, ketika intel tersebut dirampok langsung bonek diringkus dengan memberi shock terapi menembakkan senjata api ke arah kaki bonek. > > BONEK MENDAPAT MUSUH SEIMBANG PERTAMA KALI DARI AREMANIA, DIDUKUNG JAKMANIA. > > 1996, ketika revolusi baru dunia supporter sepak bola di Indonesia diawali dari AREMANIA dengan mengadakan tour ke kandang bajul ijo dipimpin oleh Letkol Sutrisno (Dandim Malang) yang juga mantan pejabat dilingkungan Kodam Brawijaya. Inti dari AREMANIA adalah menghapus citra bonek, dengan bertindak santun, sportif, kreatif dan damai namun "tour maut" ke surabaya, di sana tidak mendapat respon positif dari bonek bahkan dilawan, diejek, dihina, diprovokasi, tapi AREMANIA mendapat acungan jempol dari Agung Gumelar, Gubernur Jatim dan petinggi PSSI yang had irsaat pembukaan pertama partai persebaya vs Arema di 10 November surabaya dengan hasil 0-0. Disini sejarah mencatat, bahwa kandang bonek yang terkenal biadab, pertama kali disinggahi oleh supporter era baru AREMANIA. Meskipun secara kuantitas AREMANIA kalah, namun secara kualitas, secara politik AREMANIA telah memenangkan perang melawan kejaliman, 10 Nov surabaya menjadi saksi. > > Karena AREMANIA ingin merubah citra Jawa Timur dari tindakan tidak terpuji bonek, hanya dengan merevolusi citra supporter maka kebenaran dapat ditegakkan bonek akan dapat dimusnahkan dari bumi Indonesia. Prinsip Arek Malang, untuk menghancurkan kejaliman tanpa kekerasan ialah dilawan dengan tindakan sportif, maka AREMANIA mendatangi jantung bonek di surabaya sebagai pusatnya. > > Pada pertandingan berikutnya di Malang ada spanduk "AREMANIA BUKAN BONEK" dihead line surat kabar SURYA, BHIRAWA, JAWA POS. Disini tingkat permusuhan terjadi pada titik tertinggi karena bonek tidak bisa selamanya berkuasa, sebab ada lawan yang tidak dapat ditundukan. Meskipun demikian AREMANIA tetap dicap sebagai biang keladi tawuran oleh Jawa Pos karena tindakanya mempertahankan diri dari ulah bonek. Saat itu hanya AREMANIA satu-satunya yang berani melawan kebiadaban bonek, meskipun secara politik di Jawa Timur tidak didukung oleh pers terutama Jawa Pos, namun karena tindakan AREMANIA yang terus-menerus melawan citra negatif bonek akhirnya perlawanan ini mendapat dukungan dari media masa nasional (Kompas, Tempo, Media Indonesia). > > BONEK 2000, SEBUTAN BARU SAAT PON XV DIADAKAN DI JATIM > > Bonek mencoba memperbaiki citra barunya dengan sebutan Bonek 2000 dengan ikut berpartisipasi pada Pon yang diadakan di surabaya, Gubernur Jatim mengajak AREMANIA, namun ditolak mentah-mentah oleh AREMANIA. Bahkan sebagian AREMANIA garis keras mengancam, apabila ada bonek berkeliaran di Malang meskipun mendukung Tim Jatim, maka akan dibersihkan dari bumi AREMA. Bonek mendapat nasi bungkus, ticket gratis nonton pertandingan, bahkan meneror tim lawan. Usaha bonek ini tidak cukup berhasil karena ulah mereka masih kampungan dalam mereror tim luar Jatim. AREMANIA tidak terlibat sama sekali PON XV, sebab prinsipnya selama ada bonek disana AREMANIA tidak terlibat. > > BONEK MENDAPAT PERLAWANAN DARI WARGA JAKARTA 2001 > > Seiring dengan mengkilapnya prestasi Jakarta, dan menyebarnya virus positif yang dibawa AREMANIA kepada JAKMANIA, warga Jakarta mulai bersatu untuk melawan bonek, ditahun ini bonek mati kutu di Matraman dilawan, di Benhil dilawan, di Senin juga mendapat perlawanan dari warga setempat, di Senayan mendapat perlawanan sengit dari pejuang-pejuang supporter cinta damai JAKMANIA. Bahkan, bonek tidak disukai kehadirannya oleh penduduk sekitar rel kereta api jurusan Jakarta-surabaya karena tindakan yang kurang terpujinya. Citra negatif bonek terulang kembali saat merampok pedagang super miskin di seputar stasiun Tegal, hingga saat ini pedagang tersebut meratapi nasibnya tanpa tindakan hukum yang berarti dari pemerintah Indonesia. > > BONEK FRUSTASI > > Bonek saat ini merasa kehilangan muka, karena club kebanggaannya degradasi, supporter sejati seperti bonek seharusnya harakiri (bunuh diri) tapi karena tidak punya malu maka dilampiaskan dengan cara mengikuti kelompok supporter lain memakai baju supporter lain, memprovokasi tujuan akhirnya adalah menjarah atau membuat citra supporter yang damai/sportif menjadi rusak. > > Bonek sekitar surabaya selatan, Porong, Waru, Gempol, Sidoarjo akan gabung ke Deltamania karena secara geografis lebih dekat kedaerah selatan. Sebenarnya, sebelum di Sidoarjo belum ada club numpang seperti GDP mereka sebagian besar cenderung mendukung persebaya & Mitra Surabaya (almarhum) karena secara geografis lebih dekat. Namun ada juga pendukung Arema di sidoarjo meskipun jumlahnya relatif kecil. Coba perhatikan saat ada perandingan di sidoarjo mereka beramai-ramai ke sidoarjo saat persebaya naik daun mereka juga gampag merubah kaosnya. Ini ciri2 bonek tidak punya "pride", "dignity", "self confidence" terhadap diri sendiri dan klub kebesarannya. Fanatiknya semu. > > Bonek sekitar Manyar, perbatasan Gresik Sby, akan gabung ke Ultrasmania karena secara geografis lebih dekat ke Gresik. Mereka akan berbaju kuning, tanpa koordinasi dengan korwil, dengan kelompoknya sendiri merusak pertandingan yang berjalan aman dan nyaman dengan melempar dari sisi atas. > > LONCENG KEMATIAN BONEK 2002 TERUS BERDENTING. > > Seiring dengan lonceng kematian persebaya, tentu diikuti oleh lonceng kematian bonek. Secara real bonek tidak akan muncul di ligina tahun depan karena tidak ada alasan untuk mengibarkan bendera bonek sebab persebaya terlempar dari kompetisi paling bergengsi di tanah air. Namun demikian perlu diwaspadai bonek akan menyaru ke supporter yang sedang tumbuh besar seperti GPD yang secara geografis, budaya, politis supporter GPD adalah club numpang, tidak punya sejarah di Sidoarjo, dimana awalnya sebagian besar supporter GPD dulunya juga pendukung persebaya. > > Perjuangan supporter cinta damai belum selesai selama tindakan supporter brutal masih terus berlansung dinegeri ini terutama yg terjadi di Jawa Timur. >

Tidak ada komentar:

Posting Komentar